Workshop Penyusunan Soal Hots

hots

sumber gambar : dokumen pribadi

Bertempat di SMP Piri 1 Yogyakarta, Kamis 12 Juli 2018 sampai besok Jumat 13 Juli 2018 dan dilanjutkan selasa pekan depan, sedang betlangsung kegiatan Workshop penyusunan soal Hots (Higher Order Thinking Skills). Pesertanya guru SMP untuk 4 mata pelajaran yang diuji nasionalkan. Meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Adapun ppenyelenggaranya Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.
Hasil UNBK Tahun Pelajaran 2016/2017 menghasilkan Kota Yogyakarta adalah menempati rangking pertama. Namun secara kelembagaan, peringkat pertama diraih oleh SMPN 4 Sleman. SMPN 5 Yogyakarta dibawah satu strip dengan SMPN 4 Sleman.
Melihat faktanya seperti itu, tak salah bilaDts. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta merasa perlu memanggil guru 4 mata pelajaran bersama dengan pengawas untuk mengawal siswa agar memeperoleh hasil yang optimal.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Edy Heri Suasana, M.Pd. bahwa soal Hots adalah kemampuan daya nalar seorang siswa dalam menjawab setiap soal. Secara teori, C 1 sampai C3 itu mudah. Karena hanya terkait dengan masalah rumus, hafalan, mengingat. Tetapi mulai C4 soal sudah memerlukan daya nalar yang cukup tinggi.
Makanya, Pak Edi mengharapkan agar guru dalam proses pembelajarannya jangan hanya berorientasi hafalan atau sekedar teori. Berpikir alternatif wajib diajarkan kepada siswanya. Sebelum soal hots diberikan, lebih dahulu diberikan proses berfikir nalar. Logika keilmuan menjadi sangat penting diberikan pada anak. Proses bimbingan senantiasa diperhatikan tahap demi tahap.
Sesaat setelah UNBK usai di hari pertama, media soal disibukkan dengan celotehan peserta ujian. Anak SMA komplain mengapa soalnya demikian sulit. Tak ada dalam materi pelajaran. Banyak meme yang seakan memojokkan insan pendidikan.
Soal hots semula mendapat jatah maksimal 15% dari seluruh butir soal yang diujikan. Tetapi setelah melalui pertimbangan, akhirnya hanya disetujui 5%. Semua soal harus berbasiskan cognitif, afektif dan psikomotorik. Meskipun sebenarnya dalam penerapanya cukup sulit. Karena tidak semua materi matematika berkesinambungan. Sebagai contoh pada pelajaran geometri.
Dalam laporannya, Pak Edi, demikian kami menyapa, mengatakan bahwa ada beberapa negara yang mengirimkan putra putrinya u tulbelajar ke Indonesia. Mereka dibekali2 benerapa ilmu dara, tapi kebudayaanpun dipelajari. Untuk kematangan jiwa, tiga ranah cognitif, afektif dan psikomotorik harus jalan bersama.

SMA atau SMK

Mungkin ada sebagian atau bahkan kebanyakan orang tua dan juga siswa SMP seringkali dibingungkan dengan pilihan ini. Terutama bagi siswa kelas 9 yang sekarang masih mencari sekolah. Pilihan yang sebenarnya cukup rumit andai tidak mengetahui tentang potensi diri sendiri. Tentu untuk memilih akan masuk SMA ataupun SMK tidak boleh sembarangan. Kita harus mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing pilihan sebelum kita memilihnya. Apa saja alasan – alasan yang dapat memperkuat langkah kita?

Alasan yang pertama, kita pasti sudah mengetahui jika lulusan SMK lebih mudah dan lebih siap untuk bekerja jika dibandingkan dengan lulusan SMA. Karena di SMK siswa tidak hanya diajarkan teoretik yang mendalam sesuai jurusannya saja, melainkan disana siswa juga dibekali dengan kemampuan praktek untuk menambah pengalaman dan memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja. Seperti yang sering kita dengar atau lihat, siswa SMK seringkali melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) atau yang biasa disebut dengan istilah “magang”. Saya sepakat dengan hal ini karena pada SMA, siswa hanya diajarkan teoretik saja secara mendalam. Sehingga lulusan SMA harus kuliah atupun kursus dulu jika ingin mendapatkan pekerjaan.

Baca lebih lanjut

Asuransi

asuransi

sumber gamnbar : gps-advisers.com

Bulan Juli sudah di depan pintu. Hari Raya ‘Idul Fitri 1439 H sudah masuk ke ke pertengahan Syawal. Sedikit demi sedikit lembar lebaran sudah kusam, dan berganti dengan lembar tahun pelajaran baru siswa masuk sekolah. Keuangan keluarga sudah mulai ke tahap akrobatik. Lembar demi lembar terkubur dengan tanpa harapan akan kembali. Bulan juli menanti tanpa peduli. Orang tua masih berharap cemas menunggu anaknya masuk sekolah sesuai harapan.

Orangtua harus segera memeras otak, tenaga, dan keuangan untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan. Kantong yang tak begitu tebal dirogoh sedalam-dalamnya. Padahal untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja terlalu pas, atau bahkan terlalu panjang menjangkau dari cita-cita. Namun haripun menggelinding melepas tragedi. Masuk sekolah segera akan terlewati.  Menunggu seberkas cerita dari sang buah hati dalam memasuki dunia yang baru. Disana ada harapan yang siap untuk direngkuh bersama sejuta asa terselip dalam sudut hati.

Baca lebih lanjut

Cinta dengan Profesi Guru

dolanan

Mengapa menjadi guru, akhir-akhir ini meningkat tajam bila dibandingkan dengan dasa warsa lalu? Sekilas akan serentak menjawab karena ada sertifikasi. Bagaimana tidak senang bila seorang guru digaji penuh beserta tunjangannya, masih ditambah lagi gaji pokok. Seorang guru muda dengan golongan IIIa, katakan saja telah  bekerja 10 tahun, maka gaji pokonya Rp. 1.637.600. Dengan tunjangan sana-sini, ambillah terima gaji paling tidak 2 juta. Kalau guru itu telah memiliki NUPTK dan berhak untuk mendapatkan sertifikasi, maka gaji yang diterima setiap bulan paling tidak 3,6 juta. Kalau masih sendirian, imbalan yang diterima sangat cukup dengan asumsi tidak ambil kredit perumahan atau mobil.

Baca lebih lanjut

Filsafat Matematika

Kata “matematika” berasal dari bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan, atau belajar” juga matematika yang diartikan sebagai “suka belajar”. Disiplin utama dalam matematika didasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah dan memprediksi peristiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga pembagian umum bidang matematika: studi tentang struktur, ruang dan perubahan.

Pelajaran tentang struktur dimulai dengan bilangan, pertama dan yang sangat umum adalah bilangan natural dan bilangan bulat dan operasi arimatikanya, yang semuanya itu dijabarkan dalam aljabar dasar. Sifat bilangan bulat yang lebih mendalam dipelajari dalam teori bilangan. Investigasi metode-metode untuk memecahkan persamaan matematika dipelajari dalam aljabar abstrak, yang antara lain, mempelajari tentang ring dan field, struktur yang menggeneralisasi sifat-sifat yang umumnya dimiliki bilangan. Konsep vektor, digeneralisasi menjadi vektor ruang dipelajari dalam aljabar linier, yang termasuk dalam dua cabang: struktur dan ruang.

Baca lebih lanjut

Aplikasi Evaluasi Berbasis Android

oleh : Eko Subagijo, S.Pd. (SMKN2 Depok Sleman)

Evaluasi sangat penting bagi berjalannya suatu program, baik itu program pendidikan, pembelajaran, atau pun pelatihan. Biasanya tujuan dari diadakannya evaluasi ialah untuk mengetahui apakah program yang sudah dijalankan seperti program-program tersebut di atas, tersampaikan kepada peserta dengan baik, atau sesuai dengan target/tujuan dari program tersebut, ataukah belum sama sekali. Jika hal-hal tersebut terjadi dalam menjalankan program seperti di atas maka peserta atau penyampai program akan melakukan evaluasi terhadap pencapaian keberhasilannya. Sehingga di masa yang akan datang program tersebut sudah menjadi lebih baik dan hal-hal yang membuatnya tidak tercapai akan berkurang.

Dalam dunia Informasi dan Teknologi yang mendukung Paper Less Program, banyak tersedia aplikasi yang dibutuhkan untuk evaluasi. Sebutlah misalnya Moodle, Proprof, Google sendiri juga menyediakan, sampai pada iSpring. Quiz maker yang yang ditawarkan juga beragam bentuk dan fasilitasnya. Ada yang berbayar, namun banyak pula yang gratis.

iSpring Quizmaker adalah sebuah authoring tool yang bisa digunakan oleh pendidik dalam membuat beraneka macam soal interaktif dengan berbagai jenis pertanyaan yang bisa  digunakan : True or False : Jenis pertanyaan yang memungkinkan untuk memilih pilihan benar atau salah. Multiple Choice : Jenis pertanyaan yang memberikan berbagai opsi pilihan, namun hanya satu jawaban yang benar.

Multiple Respon : Hampir sama dengan multiple choice/pilihan berganda, namun pada jenis ini kita bisa memilih banyak pilihan jawaban. Type in : Pada pertanyaan ini memungkinkan yang menjawab dengan mengisi bagian teks pada kolom yang disediakan. Matching atau disebut juga dengan menjodohkan, pada bagian ini akan diberikan pilihan yang harus dipasangkan dengan jawaban yang tepat. 6. Sequence atau mengurutkan, pada jenis pertanyaan ini kita akan mengurutkan pilihan jawaban sesuai dengan urutannya.

Numeric : Jenis pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban berupa angka dan bukan teks tulis. Fill in the Blank : Pilihan pertanyaan yang membutuhkan jawaban isian yang bisa satu atau lebih kata yang diisi. Multiple Choice Text : Kita akan menjawab berbagai pilihan teks berupa list yang diberikan dan memilih jawaban yang tepat.

Word Bank : Pada jenis pertanyaan ini, kita akan melakukan drag and drop pada pilihan kata yang harus dilengkapi.  Hotspot adalah jenis pertanyaan yang hanya membutuhkan titik klik pada mouse untuk memilih jawaban yang tepat.

Modul dapat diunduh disini : Mudahnya Membuat Evaluasi Pembelajaran Berbasis Android